Ibnu al-Haitham : Sang Penemu Kamera

Halo teman-teman! Jaman sekarang siapa sih yang ngga tahu apa itu kamera? Pada tahu semua kan? Pasti tau lah, apalagi sekarang lagi jamannya selfie gitu. Tapi pada tau ngga siapa yang nemuin kamera?

Sebagian besar dari kita pasti berfikir kalau kamera berasal dari peradaban barat. Salah besar! Memang saat ini teknologi pembuatan kamera dikuasai peradaban Barat serta Jepang, hal inilah yang membuat kita berfikir bahwa kamera berasal dari sana pula. Namun faktanya, penemu kamera adalah orang muslim lho! Beliau bernama Ibnu al-Haitham, merupakan ahli fisika muslim yang lahir di Kota Basrah, Irak. Selama masa hidupnya, Al-Haitham telah menulis lebih dari 200 karya ilmiah! Kurang keren apa coba?

Jadi ceritanya ya teman- teman, jauh sebelum masyarakat Barat menemukan kamera, prinsip-prinsip dasar pembuatan kamera telah dicetuskan seorang saintis legendaris Muslim yakni Ibnu al-Haitham sekitar 1.000 tahun silam. Pada akhir abad ke-10 M, al-Haitham berhasil menemukan sebuah kamera obscura yang merupakan salah satu karyanya yang paling monumental. Penemuan itu berhasil dilakukan al-Haitham bersama Kamaluddin al-Farisi. Berawal ketika keduanya mempelajari gerhana matahari, untuk mempelajari fenomena gerhana, Al-Haitham membuat lubang kecil pada dinding yang memungkinkan citra matahari semi nyata diproyeksikan melalui permukaan datar.

Nah, kamera obscura itulah yang menjadi dasar kinerja kamera yang saat ini digunakan umat manusia. Oleh kamus Webster, fenomena ini secara harfiah diartikan sebagai “ruang gelap”. Biasanya bentuknya berupa kertas kardus dengan lubang kecil untuk masuknya cahaya. Teori yang dipecahkan Al-Haitham telah mengilhami penemuan film yang kemudiannya disambung-sambung dan dimainkan kepada para penonton.

Al-Haitham dikenal sebagai perintis di bidang optik yang terkenal lewat bukunya bertajuk Kitab al-Manazir (Buku optik). Kamera obscura merupakan pembuktian teori-teori dalam bukunya tersebut.

Istilah kamera obscura yang ditemukan al-Haitham pun diperkenalkan di Barat sekitar abad ke-16 M. Orang-orang Barat seperti  Cardano Geronimo, Giovanni Batista della Porta, Joseph Kepler, Robert Boyle, Roger Fenton, dan George Eastman mulai mengembangkan prinsip kamera obscura hingga menghasilkan kamera seperti sekarang ini.

Sebuah versi kamera obscura digunakan dalam Perang Dunia I untuk melihat pesawat terbang dan pengukuran kinerja. Pada Perang Dunia II kamera obscura juga digunakan untuk memeriksa keakuratan navigasi perangkat radio. Begitulah penciptaan kamera obscura yang dicapai al-Haitham mampu mengubah peradaban dunia.

Jadi begitu teman-teman! Peradaban dunia modern pastinya sangat berhutang budi kepada al-Haitam. Semua karyanya didedikasikan untuk kemajuan peradaban manusia. Maka dari itu, kita sebagai remaja muslim jaman sekarang harus bisa menghargai dan mengapresiasi pencapaian ilmuan Muslim di era kejayaan Islam, jangan terpesona sama pencapaian teknologi Barat terus. Tunjukkan juga kalau remaja muslim sekarang kelak juga bisa membuat karya yang akan memajukan peradaban manusia! Amiin 

Advertisements

Daftar dan tulis email-mu untuk menjadi Pelanggan Ash-Shaff Web. Klik untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan baru melalu email. Jangan kau menyia-nyiakan waktumu...

Join 7 other followers

Blog Stats

  • 43,106 hits

Archives

Kata Kesan

Waktu Terkini

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 7 other followers

Kalender

December 2017
M T W T F S S
« Nov    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Categories

Waktu Sholat

Waktu sholat untuk Area Yogyakarta.
%d bloggers like this: