Rihlah Bersama Rohis Ash-Shaff

Assalamualaikum Wr. Wb.

Sudah lama admin tidak mengupdate blog Rohis Ash-Shaff nih! Kira-kira ada nggak ya yang baru di Rohis Ash-Shaff?

Alhamdulillah kemarin Ahad, 30 Oktober 2016 ada kegiatan Rihlah yang disusung oleh divisi Kaderisasi Rohis Ash-Shaff di SMA N 6 Yogyakarta untuk peserta magang Rohis Ash-Shaff 2019.

Rihlah adalah Hajatun Basyariah (kebutuhan) karena sebagai manusia kita membutuhkan refreshment baik terhadap jiwa maupun tubuh. Refreshment inilah yang disebut rihlah atau rekreasi. Rohis Ash shaff mengadakan Rihlah di sekolah yang bertujuan untuk merekatkan antar anggota rohis.

Lalu ada apa sih di rihlah Rohis Ash-Shaff kali ini?

1477989856846

Sekitar pukul 8 pagi acara diawali dengan perkenalan antar anggota divisi, kemudian membuat yel yel sebagai penyemangat bagi tiap tim. Dalam rihlah kali ini, diadakan beberapa permainan, yaitu mengoper karet lewat sedotan, kreativitas kertas, sketsa misteri, menyusun ayat, dan tebak kata.

Di pos pertama, disajikan permainan asah kekompakan.  Permainan ini diadakan dengan cara pemain mengoper karet dari satu orang ke orang lain tanpa menyentuh dengan tangan. Dari permainan ini diharapkan anggota rohis nantinya dapat bekerjasama dan saling membantu satu sama lain.

Lalu dalam permainan kreativitas kertas, tiap grup diberi 1 lembar kertas koran ukuran HVS A4. Pemain diminta agar  kertas koran itu dapat menampung semua anggota dari divisinya itu.

Yang ketiga adalah sketsa misteri. Salah satu anggota kelompok diberi satu kata atau kalimat yang nantinya akan ditebak oleh anggota kelompoknya. Anggota yg diberi clue hanya dapat memberi tahu lewat gambar yg digambar olehnya.

1477989847814

Yang keempat adalah susun ayat. Tiap kelompok diberi tantangan untuk menyusun salah satu ayat dari surat ad-dhuha dan asy-syam.Tiap anggota kelompok hanya berhak untuk mengambil satu potongan huruf untuk menyusun ayat tersebut. 1477989845696

Yang terakhir adalah tebak kata. Perwakilan kelompok diberi clue untuk menyampaikan clue-nya ke anggota kelompoknya lewat gerakan. Jadi, mereka memberi clue untuk ditirukan anggota kelompoknya. Nah, anggota kelompok yang terakhir diharapkan dapat menerjemahkan apa yg diperagakan oleh anggota kelompok yang sebelumnya. Acara ditutup dengan acara tukar kado alias kado silang & pembagian hadiah untuk kelompok yang mengumpulkan poin terbanyak.

Seru bukan rihlah di SMA N 6 Yogyakarta ini?

Semoga lewat kegiatan rihlah yang diadakan oleh Rohis Ash-Shaff ini dapat merekatkan anggota rohis satu sama lain. Aamiin…

“Berjuang Dalam Satu Barisan Kokoh”

Allahuakbar!

1477989934235

Berkah Sedekah Buah Delima

Sahabat Ali bin Abi Thalib sangat dikenal sebagai ahli sedekah. Pada suatu hari dia pernah memberi setengah buah delima kepada orang miskin. Tidak lama kemudian Allah SWT mengganti sedekah itu menjadi sepuluh kali lipat.

Dikisahkan Ka’ab bin Akhbar, ketika Fatimah binti Rasulullah SAW sedang sakit, dia ditanya oleh suaminya yang tak lain adalah Ali bin Abi Thalib. “Wahai istriku, engkau ingin buah apa?” tanya Ali dengan penuh kasih sayang. “Suamiku, aku ingin buah delima,” jawab Fatimah.

Ali terdiam sejenak, sebab dia merasa tidak memiliki uang satu sen pun untuk membeli buah delima. Ali ini memang menantu dari Rasulullah, namun kehidupannya sangat sederhana. Kemudian, Ali berusaha mencari pinjaman uang satu dirham dan setelah mendapatkan pinjaman, dia pergi ke pasar untuk membeli buah delima dan segera kembali pulang.

Di tengah perjalanan menuju rumahnya, dia melihat seseorang yang tergeletak sakit di pinggir jalan. Maka Ali pun berhenti dan menghampirinya. “Hai orang tua, apa yang diinginkan hatimu?” tanya Ali. “Wahai Ali, sudah lima hari aku tergeletak sakit di tempat ini. Banyak orang yang berlalu lalang, namun tak ada satu pun yang mau peduli kepadaku, padahal hatiku ingin sekali makan buah delima,” jawab orang sakit itu.

Mendengar jawapannya, Ali pun terdiam sebentar sambil berkata dalam hati.
“Buah delima yang hanya sebiji ini sengaja aku beli untuk istriku. Kalau aku berikan kepada orang ini, pasti Fatimah akan sedih sekali. Namun jika tidak aku berikan, berarti aku tidak menepati firman Allah,” katanya dalam hati. Ali lantas teringat akan ayat Allah SWT, “Dan terhadap orang yang meminta-minta maka janganlah kamu menghardiknya.” (QS. Ad Dhuha:10).

Kemudian Ali memutuskan untuk membelah buah delima itu menjadi dua bagian. Setengahnya untuk istrinya dan setengahnya lagi untuk orang sakit itu.
Sesampainya di rumah, ia menceritakan peristiwa itu kepada istrinya. Setelah mendengar penuturan suaminya, Fatimah merangkul serta mendekap suaminya. “Demi Allah yang Maha Perkasa dan Maha Agung, ketika engkau memberikan buah delima kepada orang tua itu, maka puaslah hatiku dan lenyaplah keinginanku pada buah delima itu,” kata Fatimah.

Dengan wajah yang cerah, Ali merasa sangat gembira dengan penuturan istrinya.
Dan tak lama kemudian, datanglah seorang tamu yang mengetuk pintu. “Siapakah Tuan?” tanya Ali. “Aku Salman Al Farisi,” jawab orang yang mengetuk pintu itu.
Setelah dibuka, Ali melihat Salman membawa sebuah nampan tertutup dan diletakkan di depan Ali.

“Dari manakah nampan ini, wahai Salman?” tanya Ali lagi. “Dari Allah SWT untukmu melalui perantaraan Rasulullah SAW,” jawab Salman. Setelah penutup nampan tersebut dibuka, terlihat di dalamnya sembilan biji buah delima. Tetapi Ali langsung berkata. “Hai Salman, jika ini memang untukku, pasti jumlahnya sepuluh.”

Kemudian Ali membacakan firman Allah SWT, “Barang siapa berbuat satu amal kebaikan, maka pasti baginya sepuluh kali lipat amalnya (balasnya).”
(QS. Al An’am).

Salman pun langsung tertawa sambil mengembalikan sebiji delima yang masih di tangannya. “Wahai Ali, Demi Allah, sandiwaraku ini hanya sekedar menguji sejauh mana keyakinanmu terhadap firman Allah yang engkau bacakan tadi,” ucap Salman yang lantas mohon izin pulang.

Begitulah, janji Allah selalu akan ditepati.

Ibnu al-Haitham : Sang Penemu Kamera

Halo teman-teman! Jaman sekarang siapa sih yang ngga tahu apa itu kamera? Pada tahu semua kan? Pasti tau lah, apalagi sekarang lagi jamannya selfie gitu. Tapi pada tau ngga siapa yang nemuin kamera?

Sebagian besar dari kita pasti berfikir kalau kamera berasal dari peradaban barat. Salah besar! Memang saat ini teknologi pembuatan kamera dikuasai peradaban Barat serta Jepang, hal inilah yang membuat kita berfikir bahwa kamera berasal dari sana pula. Namun faktanya, penemu kamera adalah orang muslim lho! Beliau bernama Ibnu al-Haitham, merupakan ahli fisika muslim yang lahir di Kota Basrah, Irak. Selama masa hidupnya, Al-Haitham telah menulis lebih dari 200 karya ilmiah! Kurang keren apa coba?

Jadi ceritanya ya teman- teman, jauh sebelum masyarakat Barat menemukan kamera, prinsip-prinsip dasar pembuatan kamera telah dicetuskan seorang saintis legendaris Muslim yakni Ibnu al-Haitham sekitar 1.000 tahun silam. Pada akhir abad ke-10 M, al-Haitham berhasil menemukan sebuah kamera obscura yang merupakan salah satu karyanya yang paling monumental. Penemuan itu berhasil dilakukan al-Haitham bersama Kamaluddin al-Farisi. Berawal ketika keduanya mempelajari gerhana matahari, untuk mempelajari fenomena gerhana, Al-Haitham membuat lubang kecil pada dinding yang memungkinkan citra matahari semi nyata diproyeksikan melalui permukaan datar.

Nah, kamera obscura itulah yang menjadi dasar kinerja kamera yang saat ini digunakan umat manusia. Oleh kamus Webster, fenomena ini secara harfiah diartikan sebagai “ruang gelap”. Biasanya bentuknya berupa kertas kardus dengan lubang kecil untuk masuknya cahaya. Teori yang dipecahkan Al-Haitham telah mengilhami penemuan film yang kemudiannya disambung-sambung dan dimainkan kepada para penonton.

Al-Haitham dikenal sebagai perintis di bidang optik yang terkenal lewat bukunya bertajuk Kitab al-Manazir (Buku optik). Kamera obscura merupakan pembuktian teori-teori dalam bukunya tersebut.

Istilah kamera obscura yang ditemukan al-Haitham pun diperkenalkan di Barat sekitar abad ke-16 M. Orang-orang Barat seperti  Cardano Geronimo, Giovanni Batista della Porta, Joseph Kepler, Robert Boyle, Roger Fenton, dan George Eastman mulai mengembangkan prinsip kamera obscura hingga menghasilkan kamera seperti sekarang ini.

Sebuah versi kamera obscura digunakan dalam Perang Dunia I untuk melihat pesawat terbang dan pengukuran kinerja. Pada Perang Dunia II kamera obscura juga digunakan untuk memeriksa keakuratan navigasi perangkat radio. Begitulah penciptaan kamera obscura yang dicapai al-Haitham mampu mengubah peradaban dunia.

Jadi begitu teman-teman! Peradaban dunia modern pastinya sangat berhutang budi kepada al-Haitam. Semua karyanya didedikasikan untuk kemajuan peradaban manusia. Maka dari itu, kita sebagai remaja muslim jaman sekarang harus bisa menghargai dan mengapresiasi pencapaian ilmuan Muslim di era kejayaan Islam, jangan terpesona sama pencapaian teknologi Barat terus. Tunjukkan juga kalau remaja muslim sekarang kelak juga bisa membuat karya yang akan memajukan peradaban manusia! Amiin 

#COMICSERIES

#COMICSERIES

Daftar dan tulis email-mu untuk menjadi Pelanggan Ash-Shaff Web. Klik untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan baru melalu email. Jangan kau menyia-nyiakan waktumu...

Join 7 other followers

Blog Stats

  • 38,158 hits

Archives

Kata Kesan

Waktu Terkini

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 7 other followers

Kalender

August 2017
M T W T F S S
« Nov    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Categories

Waktu Sholat

Waktu sholat untuk Area Yogyakarta.
%d bloggers like this: