<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ash Shaff Web</title>
	<atom:link href="http://rohisashshaff.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rohisashshaff.wordpress.com</link>
	<description>Berjuang dalam Satu Barisan Kokoh</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Feb 2012 22:41:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='rohisashshaff.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/a239dcd7f4e4b83b8f071df718b7cab5?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Ash Shaff Web</title>
		<link>http://rohisashshaff.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://rohisashshaff.wordpress.com/osd.xml" title="Ash Shaff Web" />
	<atom:link rel='hub' href='http://rohisashshaff.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kelabu di Hari Valentine</title>
		<link>http://rohisashshaff.wordpress.com/2012/02/11/kelabu-di-hari-valentine/</link>
		<comments>http://rohisashshaff.wordpress.com/2012/02/11/kelabu-di-hari-valentine/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Feb 2012 22:41:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anandasevma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Kebenaran]]></category>
		<category><![CDATA[al qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[hari kasih sayang]]></category>
		<category><![CDATA[mahram]]></category>
		<category><![CDATA[valentine]]></category>
		<category><![CDATA[zina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rohisashshaff.wordpress.com/?p=154</guid>
		<description><![CDATA[Hari kasih sayang. Begitulah nama yang disematkan setiap tanggal 14 Februari ini. Pada hari yang lebih populer dengan nama hari Valentine ini, banyak kawula muda mengekspresikan rasa cinta mereka kepada kekasihnya (baca: pacarnya) dengan beragam cara.. Sejarah Kelam Terdapat banyak &#8230; <a href="http://rohisashshaff.wordpress.com/2012/02/11/kelabu-di-hari-valentine/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rohisashshaff.wordpress.com&amp;blog=23559915&amp;post=154&amp;subd=rohisashshaff&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Hari kasih sayang. Begitulah nama yang disematkan setiap tanggal 14 Februari ini. Pada hari yang lebih populer dengan nama hari Valentine ini, banyak kawula muda mengekspresikan rasa cinta mereka kepada kekasihnya (baca: pacarnya) dengan beragam cara..</em></p>
<p><strong>Sejarah Kelam</strong></p>
<p>Terdapat banyak versi yang menyebutkan asal-usul hari Valentine. Dari sekian banyak sumber yang beredar, hari Valentine pertama kali dijadikan hari perayaan gereja oleh Paus Gelesius I yang saat itu menjadi penguasa Romawi pada tahun 496 M. Upacara ini dinamakan Saint Valentine’s Day untuk mengenang St. Valentine yang mati pada tanggal 14 Februari. St. Valentine konon adalah seorang pendeta di masa Kaisar Claudius II. Pada masa pemerintahannya, Kaisar Claudius II melarang para tentara bujangan untuk menikah disebabkan tentara yang sudah menikah akan menjadi lembek dan lemah untuk berperang. Namun, St. Valentine melanggarnya dan diam-diam ia menikahkan banyak tentara muda sehingga ia pun ditangkap dan dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (Dari berbagai sumber).</p>
<p>Para pembaca <em>rahimakumullah</em>, seorang muslim yang cemburuan terhadap agamanya niscaya tidak rela merayakan hari Valentine. Sadar atau tidak, ketika merayakan hari Valentine, berarti dia ikut melakukan penghormatan kepada orang Nasrani yang dianggap sebagai ‘pahlawan cinta’. Cukuplah dua hadits Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em>berikut ini sebagai peringatan bagi setiap insan yang meyakini bahwa Rasulullah Muhammad <em>shallallahu ‘alaihi wasallam </em>adalah utusan Allah dan suri tauladannya.</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam </em>bersabda: <em>“Barangsiapa bertasyabbuh (menyerupai) suatu kaum maka dia termasuk bagian dari kaum tersebut”</em> (HR. Ahmad dan Abu Dawud dengan sanad shahih). Di dalam hadits ini, terdapat ancaman keras bagi seorang muslim yang bertasyabbuh (menyerupai) kepada orang kafir. Telah diketahui bersama bahwa Hari Valentine merupakan perayaan orang-orang kafir. Oleh sebab itu, jika ada seseorang ikut merayakan hari Valentine, berarti dia telah menyerupai orang kafir.</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam </em>juga bersabda: <em>“Sungguh kalian benar-benar akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sampai-sampai jika seandainya mereka memasuki lubang dhabb (sejenis biawak) niscaya kalian akan ikuti pula”</em>. Kami (para sahabat) bertanya “<em>Wahai Rasulullah, (mereka itu) Yahudi dan Nasrani?”</em>. Rasulullah menjawab <em>“Siapa lagi?”</em> (HR. Bukhari-Muslim).</p>
<p>Para pembaca <em>rahimakumullah,</em> di masa sekarang ini, jalan hidup Yahudi dan Nasrani mana yang tidak ditiru kaum muslimin? Mulai gaya berpakaian, gaya makan, gaya penampilan, gaya hidup, sampai gaya beragama banyak membebek kepada Yahudi dan Nasrani. Termasuk pula ketika hari Valentine. Saling memberi coklat, bunga, kado, pergi ke pesta, serta gaya hidup orang-orang Yahudi dan Nasrani lainnya banyak kita dapati pada hari tersebut. Lantas, kemana rasa ridha dan bangga kita terhadap agama Islam sehingga harus mengikuti tradisi dan kebiasaan orang kafir?</p>
<p><strong>Kelabu Di Hari Valentine</strong></p>
<p>Pembicaraan seputar hari Valentine umumnya tidaklah lepas dari hubungan ‘cinta’ sepasang kekasih. Terlebih di zaman sekarang, dimana rasa malu telah lenyap dari sanubari tiap insan serta syariat Islam yang telah dibuang jauh di belakang punggungnya membuat pecinta kebaikan hanya bisa mengelus dada sedih melihat kenyataan yang ada. Padahal, syari’at Islam yang mulia ini telah membuat batasan-batasan hubungan pergaulan antar lawan jenis, di antaranya sebagai berikut.</p>
<p><strong>1. </strong><strong>Islam memerintahkan untuk menundukkan pandangan ketika melihat lawan jenis yang bukan mahram</strong></p>
<p><span id="more-154"></span></p>
<p>Allah <em>ta’ala </em>berfirman (yang artinya) <em>“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, “Hendaklah mereka menundukkan pandanganya, dan menjaga kemaluannya (dari hal-hal yang haram); yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menundukkan pandangannya, dan menjaga kemaluannya (dari yang haram)”.</em> (QS.<strong> </strong>An-Nur: 30-31).</p>
<p>Dari Jarir bin Abdullah <em>radhiallahu ‘anhuma</em>, beliau berkata “Aku bertanya kepada Rasulullah tentang pandangan yang tiba-tiba (tanpa sengaja), maka beliau menjawab, <em>“Palingkanlah pandanganmu!”</em> (HR. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi)</p>
<p><strong>2. </strong><strong>Islam</strong><strong> melarang untuk saling menyentuh dan ber-ikhtilath (campur baur) antar lawan jenis yang bukan mahram</strong></p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam </em>bersabda <em>“Sungguh jika kepala kalian ditusuk dengan jarum besi, hal itu lebih baik baginya daripada menyentuh seorang wanita yang tidak halal baginya”</em> (HR. Thabrani dengan sanad hasan).</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam </em>juga bersabda “<em>Telah ditetapkan bagi anak Adam bagiannya dari zina, pasti dia akan melakukannya. Kedua mata, zinanya adalah dengan memandang. Kedua telinga, zinanya adalah dengan mendengar. Lisan, zinanya adalah dengan membicarakannya. Tangan, zinanya adalah dengan memegang. Kaki, zinanya adalah dengan melangkah. Sementara qalbu berhasrat dan berangan-angan, maka kemaluanlah yang merealisasikan hal itu atau mendustakannya”</em> (HR. Bukhari-Muslim)</p>
<p><strong>3. </strong><strong>Islam melarang untuk berkhalwat (berduaan) antar lawan jenis yang bukan mahram.</strong></p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam </em>bersabda <em>“Jangan sekali-sekali salah seorang diantara kalian (wahai kaum pria) berdua-duaan dengan seorang wanita, karena setan akan menjadi yang ketiga”</em> (HR. Ahmad dan Tirrmidzi dengan sanad shahih)</p>
<p><strong>4. </strong><strong>Islam menutup semua pintu yang akan menjerumuskan seseorang ke dalam perbuatan zina.</strong></p>
<p>Allah <em>ta’ala </em>berfirman (yang artinya) <em>“Dan janganlah kalian mendekati zina, sesungguhnya zina adalah perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk</em>” (QS. Al Isra’ : 32).</p>
<p>Syaikh as Sa’di menjelaskan, “Larangan untuk mendekati zina lebih keras daripada larangan melakukannya. Karena larangan mendekati zina mencakup larangan untuk seluruh hal-hal yang akan mengantarkan dan mengajak menuju perbuatan zina.” (lihat <em>Taisirul Karimir Rahman</em>)</p>
<p><strong>5. </strong><strong>Allah <em>ta’ala </em>mengharamkan surga bagi yang membiarkan perbuatan keji dalam keluarganya.</strong></p>
<p>Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wasallam </em>bersabda “<em>Ada tiga golongan yang Allah haramkan surga untuknya: pecandu khamr (minuman keras), anak yang durhaka kepada orang tuanya, serta dayyuts, yaitu orang yang membiarkan perbuatan keji terjadi di rumahnya” </em>(HR. Ahmad dengan sanad shahih)</p>
<p>Para pembaca <em>rahimakumullah, </em>cobalah kita berpikir jujur. Larangan mana yang tidak diterjang oleh para muda-mudi ketika hari Valentine? Bahkan, pelanggaran syari’at tersebut banyak kita jumpai dalam keseharian. Berpegangan, berboncengan, berpelukan, berciuman, sampai taraf perzinaan, <em>na’udzu billahi min dzalik</em>. Ironisnya, para orang tua yang semestinya mencegah hal-hal buruk terjadi di tengah keluarganya justru membiarkan hal tersebut.</p>
<p>Di hari yang dikatakan sebagai hari ‘kasih sayang’ ini (kalaulah itu benar), seharusnya hari tersebut diliputi oleh suasana cerah yang penuh kebaikan, bukan diliputi oleh kelabu dosa dan pekatnya kemaksiatan. Tak salah jika Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wasallam </em>mengkhawatirkan umat sepeninggal beliau tertimpa fitnah wanita. Beliau bersabda<em>“Tidaklah aku tinggalkan sepeninggalku fitnah (ujian) yang lebih membahayakan kaum laki-laki daripada fitnah wanita” </em>(HR, Bukhari-Muslim). <em>Hanya kepada Allah-lah kita memohon pertolongan.</em></p>
<p><strong>Ketika ‘Cinta’ Bersemi</strong></p>
<p>Mungkin banyak kawula muda yang mempertanyakan bagaimana jika seseorang terlanjur jatuh cinta kepada orang lain yang sulit sekali untuk menghilangkannya. Jatuh cinta diistilahkan oleh para ulama’ dengan <em>al-‘isyq</em>. Ketika seseorang terkena ­<em>al-‘isyq</em> (mabuk cinta) kepada lawan jenis, hendaknya dia memperhatikan sabda Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wasallam </em>berikut. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam </em>bersabda “<em>Wahai sekalian pemuda, barangsiapa diantara kalian mampu untuk menikah, maka menikahlah. Karena menikah akan lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah dia berpuasa, karena puasa adalah tameng baginya” </em>(HR. Bukhari-Muslim).</p>
<p>Dalam hadits ini, Nabi memberikan jalan keluar bagi para pemuda yang tengah tinggi syahwatnya kepada lawan jenis untuk menikah, karena menikah akan menundukkan pandangannya dari hal-hal yang diharamkan dan akan menjaga kemaluannya dari perbuatan yang keji. Apabila belum mampu, jalan lain adalah dengan berpuasa, karena puasa akan meredam gejolak syahwat terhadap lawan jenis dengan sebab dia menahan diri dari makan dan minum. (lihat <em>Taisirul ‘Allam</em> karya Asy Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Alu Bassam).</p>
<p>Syaikh Muhammad bin Ibrahim Al Hamd <em>hafizhahullah </em>menjelaskan ada 19 cara agar seseorang dapat terbebas dari <em>al-isyq</em>, di antaranya yaitu:</p>
<ol>
<li>Berdoa kepada Allah dan meminta perlindungan kepada-Nya dikarenakan dia tengah tertimpa musibah berupa<em> al-isyq</em>.</li>
<li>Hendaknya dia menyibukkan diri untuk perkara-perkara yang bermanfaat untuk dunia maupun akhiratnya supaya dia dapat terlupakan dari orang yang dia cintai.</li>
<li>Senantiasa bermajelis ilmu, karena di dalamnya terdapat nasehat dan peringatan bagi setiap jiwa yang lalai dari akhiratnya.</li>
<li>Melihat kekurangan orang yang dia cintai.</li>
<li>Memperhatikan keadaan orang-orang yang terkena <em>al-isyq</em>. Betapa banyak orang yang menjadi ‘gila’ karena cinta? (disarikan dari <em>Al-‘Isyq, Haqiqatuhu, Khathruhu, Asbabuhu, ‘Ilajuhu</em>)</li>
</ol>
<p><strong>Untuk Muda Mudi</strong></p>
<p>Terakhir, kami nasehatkan untuk para muda mudi untuk mengasihi dan menyayangi dirinya masing-masing. Jangan sampai dengan maksud mewujudkan rasa cinta kita kepada sang kekasih, justru bersamaan dengan itu kita tidak menyayangi diri kita sendiri, yakni dengan membenamkan diri kita kedalam ancaman Allah <em>ta’ala </em>berupa siksa yang keras disebabkan kita menerjang larangan-larangan-Nya. Semoga Allah <em>ta’ala </em>memberikan petunjuk serta menyelamatkan kita dari fitnah (ujian) ini. <em>Wallahu a’lam bish shawab</em>. [Arif Rohman Habib]</p>
<p>sumber: <a href="http://buletin.muslim.or.id/aktual/kelabu-di-hari-valentine">http://buletin.muslim.or.id/aktual/kelabu-di-hari-valentine</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://rohisashshaff.wordpress.com/category/belajar-islam/'>Belajar Islam</a>, <a href='http://rohisashshaff.wordpress.com/category/belajar-islam/jalan-kebenaran/'>Jalan Kebenaran</a> Tagged: <a href='http://rohisashshaff.wordpress.com/tag/al-quran/'>al qur'an</a>, <a href='http://rohisashshaff.wordpress.com/tag/cinta/'>cinta</a>, <a href='http://rohisashshaff.wordpress.com/tag/hari-kasih-sayang/'>hari kasih sayang</a>, <a href='http://rohisashshaff.wordpress.com/tag/mahram/'>mahram</a>, <a href='http://rohisashshaff.wordpress.com/tag/valentine/'>valentine</a>, <a href='http://rohisashshaff.wordpress.com/tag/zina/'>zina</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rohisashshaff.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rohisashshaff.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rohisashshaff.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rohisashshaff.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rohisashshaff.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rohisashshaff.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rohisashshaff.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rohisashshaff.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rohisashshaff.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rohisashshaff.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rohisashshaff.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rohisashshaff.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rohisashshaff.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rohisashshaff.wordpress.com/154/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rohisashshaff.wordpress.com&amp;blog=23559915&amp;post=154&amp;subd=rohisashshaff&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rohisashshaff.wordpress.com/2012/02/11/kelabu-di-hari-valentine/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5676f653b4186fe1726e5f188166503e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">anandasevma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>10 Alasan untuk [Tidak] Pacaran (2)</title>
		<link>http://rohisashshaff.wordpress.com/2012/01/23/10-alasan-untuk-tidak-pacaran_25/</link>
		<comments>http://rohisashshaff.wordpress.com/2012/01/23/10-alasan-untuk-tidak-pacaran_25/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jan 2012 23:34:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ash Shaff Web</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Kebenaran]]></category>
		<category><![CDATA[maksiat]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[zina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rohisashshaff.wordpress.com/?p=143</guid>
		<description><![CDATA[4.      Supaya Bersemangat Sekolah/Kuliah Alasan lain yang menyebabkan seorang pemuda berpacaran adalah agar ia bersemangat sekolah atau kuliah. Alasan ini hanyalah alasan yang dibuat-buat. Memang jika sang pacar satu sekolah atau satu kampus, apalagi satu kelas, bisa membuat seseorang bersemangat berangkat &#8230; <a href="http://rohisashshaff.wordpress.com/2012/01/23/10-alasan-untuk-tidak-pacaran_25/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rohisashshaff.wordpress.com&amp;blog=23559915&amp;post=143&amp;subd=rohisashshaff&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>4.      </em></strong><strong><em>Supaya Bersemangat Sekolah/Kuliah</em></strong></p>
<p>Alasan lain yang menyebabkan seorang pemuda berpacaran adalah <em>agar ia bersemangat sekolah atau kuliah.</em> Alasan ini hanyalah alasan yang dibuat-buat. Memang jika sang pacar satu sekolah atau satu kampus, apalagi satu kelas, bisa membuat seseorang bersemangat berangkat ke sekolah atau ke kampus dan rasanya bergairah untuk belajar.</p>
<p>Tapi, apakah semangat itu benar-benar semangat untuk belajar? Akankah ia bisa fokus pada materi yang sedang diajarkan?</p>
<p>Ternyata semangat tersebut hanyalah semangat untuk bertemu dengan sang kekasih. Semangat yang sangat rapuh. Jika sang kekasih tak hadir atau mereka berdua sedang ada masalah, pasti semangatnya akan menurun drastis. Ia pun tidak akan bisa berkonsentrasi penuh dengan materi yang diajarkan. Isi kepalanya sudah penuh dengan memori tentang sang kekasih hati. <em>Akibatnya prestasi orang-orang yang berpacaran biasanya anjlok</em>. <span style="color:#003366;"><strong>Jika pun ada orang yang pacaran tapi prestasinya tetap bagus, berarti orang tersebut memang <em>dari sananya pintar</em>. Tapi saya yakin <span style="color:#003300;">jika orang itu tidak pacaran, prestasinya pasti jauh lebih bagus.</span></strong></span></p>
<p>Maka, marilah kita menggantungkan semangat kita kepada Allah <em>subhanahu wa ta’ala</em>. Dzat yang telah memberikan kita nikmat yang tak terhitung jumlahnya.</p>
<p><strong><em>5.      </em></strong><strong><em>Buat Senang-Senang</em></strong></p>
<p><span id="more-143"></span></p>
<p>Setiap manusia pasti menginginkan kebahagiaan. Akan tetapi, banyak manusia yang tidak mengerti hakikat kebahagiaan itu sendiri sehingga mencari jalan-jalan yang diharamkan oleh syari’at dalam memperoleh kebahagiaan. Salah satunya dengan pacaran.</p>
<p>Aktivitas pacaran pasti tidak jauh-jauh dari perbuatan saling memandang, berdua-duaan, berpegangan tangan, bahkan lebih dari itu. <em>Naudzu billahi min dzalika</em>&#8230;</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda:<em></em></p>
<blockquote><p><em>“&#8230;Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian</em>.”<br />
(HR. Muslim no. 6925)</p></blockquote>
<p>“<em>Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali jika bersama mahromnya.</em>” (HR. Bukhari, no. 5233)</p>
<p>“<em>Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi, (itu) masih lebih baik daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.</em>” (HR. Thabrani dengan sanad hasan)</p>
<p>Hadits-hadits tersebut sudah cukup menunjukkan kalau kebahagiaan yang didapatkan dari pacaran bukanlah kebahagiaan yang diridhoi Allah ta’ala.</p>
<p>Lantas, kebahagiaan sejati itu apa? Bagaimana cara mewujudkannya?</p>
<p><span style="color:#ff00ff;"><strong>Kebahagiaan sejati itu terletak di dalam hati</strong>.</span> Cara mewujudkannya yaitu dengan melakukan ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala, selalu merasa cukup atas segala yang diberikan Allah pada kita, dan tidak lupa berdzikir mengingat Allah.</p>
<p>Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p>“<em>Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik</em>.” (QS. An Nahl: 97).</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<blockquote><p>“<em>Yang namanya kaya (ghina’) bukanlah dengan banyaknya harta (atau banyaknya kemewahan dunia). Namun yang namanya ghina’ adalah hati yang selalu merasa cukup.</em>”<br />
(HR. Bukhari dan Muslim)</p></blockquote>
<p>Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p><em>“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (Ar-Ra’d:28)</em></p>
<p>Maka, marilah kita mencari kebahagiaan yang sejati, bukan kebahagiaan semu yang sesaat.</p>
<p><strong><em>6.      </em></strong><strong><em>Pembuktian Diri</em></strong></p>
<p>Sebagai makhluk sosial, manusia menginginkan dirinya diakui oleh lingkungannya.  Ia tidak ingin dianggap dirinya tidak normal (baca: homoseksual) karena tidak pernah pacaran. Ia juga tidak ingin dianggap dirinya tidak laku karena tidak pernah pacaran. Oleh karena itu, ia menjadikan pacaran sebagai pembuktian bahwa dirinya normal dan ada yang mau. Bahkan ada yang menganggap semakin banyak pacaran berarti semakin laku.<em>Astaghfirullah&#8230;</em></p>
<p>Cukuplah kita menunjukkan diri kita normal dengan tidak berpacaran. Cukuplah kita menunjukkan diri kita normal dengan tidak mengumbar pandangan. Karena kita normal maka kita tidak pacaran. Karena kita normal maka kita tidak mengumbar pandangan.</p>
<p>Biarlah nanti kita buktikan diri kita normal saat kita menikah. Biarlah kita buktikan diri kita ada yang mau saat kita menikah nanti.</p>
<p><strong><em>7.      </em></strong><strong><em>Membuktikan kedewasaan</em></strong></p>
<p>Ada juga yang berpacaran karena ingin dianggap dewasa, bukan anak-anak lagi. Seseorang yang telah memasuki masa pubertas memang tidak ingin dianggap sebagai anak-anak lagi. <span style="color:#800080;">Akan tetapi, cara pembuktian yang salah, yaitu dengan berpacaran, sama sekali tidak menunjukkan kedewasaan.</span></p>
<p>Apakah pacaran yang isinya hanya bersenang-senang saja tanpa ada ikatan yang didasari tanggung jawab merupakan suatu hal yang menunjukkan kedewasaan?</p>
<p>Kedewasaan tidak hanya dilihat dari perubahan fisik, tapi juga dari cara berpikir dan berperilaku. Orang yang bersikap dewasa pasti akan menimbang baik buruknya suatu perbuatan, termasuk pacaran. Bahkan pacaran itu seperti tingkah laku anak-anak, hanya ingin bersenang-senang saja, belum mau memikul tanggung jawab.</p>
<p>-bersambung lagi, insya Allah-</p>
<p>diambil dari http://rahadianfaisal.blogspot.com (blognya mahasiswa kedokteran UGM)</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />Filed under: <a href='http://rohisashshaff.wordpress.com/category/belajar-islam/'>Belajar Islam</a>, <a href='http://rohisashshaff.wordpress.com/category/belajar-islam/jalan-kebenaran/'>Jalan Kebenaran</a> Tagged: <a href='http://rohisashshaff.wordpress.com/tag/maksiat/'>maksiat</a>, <a href='http://rohisashshaff.wordpress.com/tag/pacaran/'>pacaran</a>, <a href='http://rohisashshaff.wordpress.com/tag/zina/'>zina</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rohisashshaff.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rohisashshaff.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rohisashshaff.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rohisashshaff.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rohisashshaff.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rohisashshaff.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rohisashshaff.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rohisashshaff.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rohisashshaff.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rohisashshaff.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rohisashshaff.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rohisashshaff.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rohisashshaff.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rohisashshaff.wordpress.com/143/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rohisashshaff.wordpress.com&amp;blog=23559915&amp;post=143&amp;subd=rohisashshaff&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rohisashshaff.wordpress.com/2012/01/23/10-alasan-untuk-tidak-pacaran_25/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff9a53a3da71c3b636d1009760a96a47?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rohisashshaff</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rasa yang Sama (Cinta)</title>
		<link>http://rohisashshaff.wordpress.com/2012/01/22/rasa-yang-sama-cinta/</link>
		<comments>http://rohisashshaff.wordpress.com/2012/01/22/rasa-yang-sama-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jan 2012 14:20:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anandasevma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak dikategorikan]]></category>
		<category><![CDATA[alumni]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[kisah]]></category>
		<category><![CDATA[sakti ryan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rohisashshaff.wordpress.com/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang paling jauh di dunia ini? Jawabnya adalah masa lalu. Kita takkan dapat menemuinya kembali. (Imam Al-Ghozali, sufi dan filsuf Islam) Sore ini, tepat pukul 17.54 WIB, di kamar, ditemani segelas jus strobery yang masih segar dan diiringi nasyid &#8230; <a href="http://rohisashshaff.wordpress.com/2012/01/22/rasa-yang-sama-cinta/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rohisashshaff.wordpress.com&amp;blog=23559915&amp;post=135&amp;subd=rohisashshaff&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align:center;"><em>Apa yang paling jauh di dunia ini?</em><br />
<em>Jawabnya adalah masa lalu.</em><br />
<em>Kita takkan dapat menemuinya kembali.</em><br />
(Imam Al-Ghozali, sufi dan filsuf Islam)</p>
</blockquote>
<p>Sore ini, tepat pukul 17.54 WIB, di kamar, ditemani segelas jus strobery yang masih segar dan diiringi nasyid Izzatul Islam, tiba-tiba tubuh dan jiwa ini merasakan rasa yang unik tapi asyik. Rasa itu sepertinya pernah terjadi beberapa tahun yang lalu. Teringat Musholla Sma 6 Jogja, dimana waktu sore kuhabiskan sendiri, membersihkan tempat wudhu yang sering sekali kotor karena atap yang bocor dan siswa-siswi iseng membuang sampah di dekatnya.<br />
Rasa ini sama, disaat sore hari, membuat rapat kecil untuk memikirkan suksesi rohis pada saat itu. Teringat nama-nama Mas Fajar, Mas Ridho, Mas Ardhy, Mas Elang, Mas Arso, Mas Gin, Mas Rizqi, Mas Bambang, Mas Aam, Fahmi, Ario, Baron, Cipta, Dimas, Onid, Wahyu, Andra, Austa, Elok, Ika, Syaroh, Aisyah, Tandra, Zakky, Alif, Alfi, Olan, Kautsar, Mbak Risa, Mbak Tata, Mbak Wiwit, Mbak Wikan, Mbak Dian dan saudara-saudariku di Dalam Corps Dakwah Sekolah Ash-Shaff. Kita berteman dan bersaudara karena satu hal, dan satu tujuan. Allah SWT. Dia yang memberikan kami semangat membuncah di dada.<br />
Dan pada saat itu kami tidak sendiri. Ada para Bapak dan Ibu Guru kami tercinta yang ikut membantu menjaga akhlaq dan moral pemuda Sma 6. Pak Sukarma, Bu Eny, Pak Bambang Edy, Pak Fathoni (pembina rohis kami), Bu Titi (pembina rohis kami juga), Pak Eko, Pak Ruby, Guru BK tercinta (semoga kalian semua mendapat lindungan Allah SWT).</p>
<p>Rasa ini sama.</p>
<p>Rasa dimana kami selalu bercerita tentang indahnya dakwah dan kehidupan masa muda kita. Allah mencintai orang-orang yang sholih, tetapi Allah lebih mencintai anak-anak muda yang sholih. Menambah semangat berilmu dan beramal kami pada saat itu.</p>
<p><span id="more-135"></span></p>
<p><img title="More..." src="https://sepulohenem.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" /></p>
<p>Atau kata-kata Mas Ghin dan Mas Ardy tentang Qur’an Surat Muhammad Ayat (7) tentang bagaimana Allah akan menolong hamba-Nya yang selalu berupaya menolong Agama-Nya.</p>
<p>Sungguh sore hari yang selalu kunanti kembali. Meski sudah jauh dan tak mungkin. Tapi hati ini masih senantiasa melekat di sana. Dengan rasa yang sama.</p>
<p>Sore yang selalu kuhabiskan di mushola yang cukup luas dan nyaman itu. Penuh harap akan selalu mendapat Ridho-Nya dari mulai menyusun masa depan diri sendiri, sahabat karib, teman sepermainan, sekolah dan masa depan Islam di dalamnya.</p>
<p>Meski hari demi hari, kakak-kakakku mulai melepas dan meninggalkan aku di sana sendiri, bersama teman seangkatan, tapi satu yang selalu tertanam di dalam hatiku. Mereka ingin mengajarkan kami kedewasaan dan rasa tanggung jawab. Inilah harga perjuangan islam, ada yang datang dan ada yang pergi. Tapi aku didewasakan oleh proses ini. Entah apa yang sedang mereka lakukan sekarang ini. Apakah mereka masih merasakan nikmatnya dakwah di masa SMA dan dimasa setelah itu?</p>
<p>Masa indah itu, Di saat yang lain egois memikirkan UANnya, memikirkan SNMPTNnya, tapi Allah menguatkan aku untuk tetap bertahan. Karena hasil yang akan kuraih adalah buah keberkahan dan hadiah da’wah yang baru secuil dan rasanya sejuta nikmat penuh syukur.</p>
<p>Aku tolak bimbel di waktu 1 tahun terakhirku di SMA. Ku tolak semua agenda duniawi yang disodorkan. Kulupakan kesenangan masa-masa SMA ku. Ku coba semakin lekat dan dekat dengan-Nya. Menyambut seruan-seruan cinta-Nya. Munasoroh Palestina, aksi damai, penggalangan dana, rapat tengah malam, kajian pekanan, dan sampai-sampai lupa kalau tinggal beberapa pekan menuju UAN dan SNMPTN. Tapi apakah aku ragu dan terhenti? Ternyata hati ini lebih cinta pada-Nya. Dibandingkan hanya nama-nama perguruan tinggi yang sudah menggiurkan diri. Tapi apa balasan dari-Nya? Fakultas Hukum Universitas Indonesia yang puluhan bahkan ratusan ribu siswa seluruh Indonesia inginkan. Aku salah satu dari 320 mahasiswa pada angkatan itu. Apakah karena gelar juara kelas dan juara-juara lainya? Tidak. Ini kado dakwah terindah untuk masa mudaku. Dipertemukan dengan para pejuang keadilan dan kebenaran dikampus ini. Yang tidak egois dengan dirinya. Dengan masa depanya. Bahkan tidak egois pada urusan perasaan pribadi mereka masing-masing. Tak pernah ada rasa rugi, menapak jalan ini, surga Allah menanti siapapun diantara kita yang terus melankah ditengah rimbun duri dan terus sabar.</p>
<p>Harta dan jiwa menjadi modal perjuangan. Indahnya hidup ini. Ini kado terindah bagiku dimasa mudaku. Karirku terasa selalu diberkahi. Keluargaku selalu dilindungi. Keluargaku dicintai. Semoga ini adalah salah satu kenikmatan tersendiri.</p>
<p>Meski beban dipundak menggunung, semoga kaki ini semakin kuat sekuat baja menopang langit-langit kehidupan.</p>
<p>Hanya ada satu kata dari diri ini. Hanya ada satu teriakan dalam hati. Aku tidak akan menyesal telah memilih jalan ini. Tak akan ada rasa rugi dalam hidup dan mati kelak. Allah, izinkan aku mati dalam dakwah islam ini. Dalam keridhoan-Mu. Dalam pelukkan-Mu.<br />
Meski banyak dosa, meski banyak kehinaan, apa yang dapat kuminta? Cintamu Ya Allah. Karena hari inipun, rasa ini masih sama. Melekat dan terus merasakan kenikmatan itu.</p>
<p>Meski lidah banyak mengeluh, meski raga banyak merintih. Tapi, sekejap hilang. Karena Surga Allah menanti.</p>
<p>Doa dan doa yang ingin selalu kupanjatkan. Ingatkan aku bila salah. Tegur aku bila keliru melangkah. Pukul aku bila aku juga tak terbangun dalam tidurku, karena tanggung jawabku masih banyak untuk ditunaikan. Tapi, kalau juga aku tak berbangun dari tidur itu, mungkin aku sudah pergi. Jauh. Jauh sekali. Menyisakan banyak dosa dan sakit hati saudara dan saudari. Maka maafkanlah segala dosaku. Semoga Allah menjadi penjagaku dan mengampuniku. Karena aku tahu, aku pulang menghadap-Nya.</p>
<p>Semoga ini bisa menjadi semangat pembangkit dalam keluh kesah dan rasa marah.</p>
<p>Ikhwah, aku doakan kalian selalu bersama. Seirama. Meski kadang membuat luka. Tapi inilah dinamika.</p>
<p>&#8220;<em>Permata bukanlah kaca, harganya pun jelas berbeda.</em><br />
<em> Akhirat bukanlah dunia, namun berulangkali kali kita mengatakan akhirat adalah permata, dunia adalah kaca, tetap saja dunia yang dikejar dipuja.</em>&#8220;<br />
(Imam Nur Azis, Komunitas Wedangjae)</p>
<p>Semua ini, pangkalnya jauh, ujungnya belum tiba.</p>
<p>oleh : <a title="Sakti Ryan" href="https://www.facebook.com/sakti.ryan" target="_blank">Ryan Eka Permana Sakti</a>, Ash-Shaff 2009, FHUI 2009.</p>
<br />Filed under: <a href='http://rohisashshaff.wordpress.com/category/tidak-dikategorikan/'>Tidak dikategorikan</a> Tagged: <a href='http://rohisashshaff.wordpress.com/tag/alumni/'>alumni</a>, <a href='http://rohisashshaff.wordpress.com/tag/cinta/'>cinta</a>, <a href='http://rohisashshaff.wordpress.com/tag/kisah/'>kisah</a>, <a href='http://rohisashshaff.wordpress.com/tag/sakti-ryan/'>sakti ryan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rohisashshaff.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rohisashshaff.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rohisashshaff.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rohisashshaff.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rohisashshaff.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rohisashshaff.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rohisashshaff.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rohisashshaff.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rohisashshaff.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rohisashshaff.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rohisashshaff.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rohisashshaff.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rohisashshaff.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rohisashshaff.wordpress.com/135/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rohisashshaff.wordpress.com&amp;blog=23559915&amp;post=135&amp;subd=rohisashshaff&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rohisashshaff.wordpress.com/2012/01/22/rasa-yang-sama-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5676f653b4186fe1726e5f188166503e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">anandasevma</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://sepulohenem.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" medium="image">
			<media:title type="html">More...</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Karena Cintaku, Cintamu, dan Cinta-Nya (1)</title>
		<link>http://rohisashshaff.wordpress.com/2012/01/04/karena-cintaku-cintamu-dan-cinta-nya-1/</link>
		<comments>http://rohisashshaff.wordpress.com/2012/01/04/karena-cintaku-cintamu-dan-cinta-nya-1/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jan 2012 13:27:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anandasevma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak dikategorikan]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>
		<category><![CDATA[zina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rohisashshaff.wordpress.com/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[Tidak salah bahwa apa-apa yang mengaitkan kita tentang perihal cinta pasti jantungssnya akan berdebar, matanya siap-siap untuk menangis, dan badannya berancang-ancang untuk berpura-pura menggigil. Sederet kisah tentang cinta sudah tertulis betapa banyak, dan tak lepas kisah tentang cinta setiap harinya &#8230; <a href="http://rohisashshaff.wordpress.com/2012/01/04/karena-cintaku-cintamu-dan-cinta-nya-1/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rohisashshaff.wordpress.com&amp;blog=23559915&amp;post=132&amp;subd=rohisashshaff&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak salah bahwa apa-apa yang mengaitkan kita tentang perihal cinta pasti jantungssnya akan berdebar, matanya siap-siap untuk menangis, dan badannya berancang-ancang untuk berpura-pura menggigil. Sederet kisah tentang cinta sudah tertulis betapa banyak, dan tak lepas kisah tentang cinta setiap harinya akan semakin bertambah. Haluan cinta tidaklah pasti untuk kita ketahui, tapi pasti tiap-tiap manusia bisa mengira-ira. Pun di dalamnya cinta yang batil, yang tidak didasarkan aturan-aturan Islam, yang tidak dilandasi sunnah Rasulullah <em>shalallahu ‘alaihi wa salam. </em>Cinta ada kalanya menyimpang, itu pun lebih banyak daripada cinta yang haqiqi. Saya, penulis, adalah salah satu korban cinta remaja yang masih dianggap remeh oleh kawula muda lainnya, termasuk sahabat-sahabat saya sendiri. Tak lebih dan tak kurang, di dalam ringkasan ini akan saya kemukakan betapa dahsyatnya cinta memperlakukan kita seperti  tak karuannya diperlakukan. Begitu pula akan diterangkan betapa manisnya cinta karena iman dan bukan karena mainan. Dan yang terakhir, saya akan menerangkan beberapa hal yang mungkin belum teman-teman ketahui dan semoga dapat memahami dan mengingat-ingatnya.</p>
<p><strong>WESELEH, <em>Cinta datang dan menyapa…</em></strong></p>
<p align="center"><em>Ketika cinta datang, hati akan mengikis. Ketika cinta menyapa, mata akan menangis. Ketika cinta datang dan menyapa, aku dan kau seperti racun yang terasa manis.</em></p>
<p>Cintamu datang lebih dahulu, datangnya membuatmu sibuk. Dan kau tinggalkan kewajibanmu sebagai seorang muslim. Kau tinggalkan shalatmu yang lima waktu, tak lebih jika kau laki-laki kau tinggalkan shalat wajib berjama’ah di masjid atau mushola terdekat. Atau kau seenaknya shalat di akhir waktu. Kau jauhi sahabat-sahabat shalih, ada kalanya kau takut apabila mereka tahu bahwa cintamu telah menguasai dirimu. Kau lebih sering menatap layar handphone untuk mengirim SMS dan menelpon lawan jenis yang sedang kau gandrungi. Kau juga tak seperti dulu yang sibuk belajar, kini kau sibuk untuk meluluhlantakkan hatinya. Dan itulah kau, yang perlahan-lahan berubah karena cinta yang datang dan menyapamu itu terlalu dini untuk kau rasakan.</p>
<p>Sampai-sampai setiap malam kau rangkai bait-bait puisi bertema galau. Setiap kau bangun dan beranjak tidur, kau ucapkan selamat malam kepada pujaanmu. Kau benar-benar sibuk dengan urusan cintamu yang batil. Kau lakukan zina, zina mata dengan memandanginya, zina tangan dengan menyentuhnya, zina hati dengan berharap memilikinya dengan cara yang salah, dan pula dengan zina telinga, bibir, kaki, sehingga pada akhirnya kau merasa dihalalkan atas itu dengan zina kemaluan.</p>
<p>Aku, kau, sahabat, telah atau  sedang menjadi korban cinta remaja. Indah katanya, tapi pahit isinya. Sebuah fenomena teruntuk remaja, yang katanya siap-siap untuk melanjutkan ke ‘sesi selanjutnya’. Padahal, belum tentu semua indah pada akhirnya, terlebih buat yang memilih jalur kebatilan. Kau rasakan sekarang, kau nikmati itu, kau bahagia dan sedih karenanya, tapi masih berlangsung sampai kapan? Kau menelan cinta tanpa kau kunyah, di lambung pun hanya ‘lewat’ begitu saja, tapi kapan cintamu yang merusak itu akan hilang dari badan dan jiwamu?</p>
<p>Sebuah harapanmu kau ikrarkan pada pujaanmu, “<em>Aku akan mencintaimu sampai mati!” </em>Kau tak lelah untuk merayu manja terhadap yang kau gandrungi. Status Facebook juga kau tulisi dengan rasa-rasamu yang agar dikira pembacanya itu ungkapan cinta sejati. Kau menge-<em>post </em>foto-foto tentang cinta, kau menge-<em>note </em>tulisan-tulisan tentang kegalauanmu, dan seterusnya… Dan ini, akan berakhir sampai kapan?</p>
<p>Jawabannya bagiku hanya satu. Yakni ketika <em>cintamu hilang dan tak lagi menyapa!</em></p>
<p style="text-align:right;">
<p style="text-align:right;"><strong>Ananda Sevma Ardyaksa</strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://rohisashshaff.wordpress.com/category/tidak-dikategorikan/'>Tidak dikategorikan</a> Tagged: <a href='http://rohisashshaff.wordpress.com/tag/cinta/'>cinta</a>, <a href='http://rohisashshaff.wordpress.com/tag/fenomena/'>fenomena</a>, <a href='http://rohisashshaff.wordpress.com/tag/remaja/'>remaja</a>, <a href='http://rohisashshaff.wordpress.com/tag/zina/'>zina</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rohisashshaff.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rohisashshaff.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rohisashshaff.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rohisashshaff.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rohisashshaff.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rohisashshaff.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rohisashshaff.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rohisashshaff.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rohisashshaff.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rohisashshaff.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rohisashshaff.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rohisashshaff.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rohisashshaff.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rohisashshaff.wordpress.com/132/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rohisashshaff.wordpress.com&amp;blog=23559915&amp;post=132&amp;subd=rohisashshaff&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rohisashshaff.wordpress.com/2012/01/04/karena-cintaku-cintamu-dan-cinta-nya-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5676f653b4186fe1726e5f188166503e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">anandasevma</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
