Tanya Makna (1)

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum ustadz Syaffa,

Saya ingin menanyakan makna kata2 berikut :
1. “afwan jiddan” (saya tahunya afwan = maaf), “wa iyyakum”, “tafadhol”, lalu apa bedanya “jazakallah” dengan “jazakumullah?”
Hehehe maaf ustadz, perbendaharaan kosakata bahasa arab saya masih sangat minim :)
2. Apa maknanya shahih li ghoirihi, shahih li dzatihi. Lalu saya mendengar Imam Tirmidzi -rahimahullah- membuat kodifikasi hadits dengan menambah kata “ghorib”, setahu saya “ghorib” itu maknanya “asing”, jadi misalnya menurut beliau, ada hadits yg statusnya “hasan ghorib”, ada yg “ghorib” saja. Bagaimana maksudnya ini? Apakah hadits yg ada status “ghorib”nya dapat dijadikan hujjah?

Terima kasih atas jawaban ustadz, semoga tidak bosan menjawab pertanyaan2 saya.

Wassalamu’alaikum

Jawaban:

Waalaikum salam warohmatulloh…

1. “Afwan” = Ma’af … “Jiddan” = Sekali … “Afwan Jiddan” = Maaf sekali … seperti “Jamil Jiddan” = Bagus sekali
Kata “Afwan” juga biasa dipakai untuk menjawab kata “syukron” (terimakasih)… Maksud kata afwan di sini adalah terimakasih kembali.

Waiyyakum” = Sebaliknya / semoga antum juga demikian

Tafadhol” = Silahkan

Jazakalloh” = Semoga Alloh membalasmu (diucapkan untuk laki-laki)
“Jazakillah“ = Semoga Alloh membalasmu (diucapkan untuk wanita)
“Jazakumulloh” = Semoga Alloh membalas kalian

2. “Shohih Lighoirihi” = Hadits yang derajat asalnya “hasan”, tapi karena banyaknya jalan yang saling menguatkan, hingga derajatnya naik menjadi “Shohih lighoirihi”. (Arti harfiahnya: Shohih karena sebab lain)

Shohih Lidzatihi” = Hadits yang memang asal sanadnya “shohih”, jadi bukan dari “hasan” yang menguat hingga menjadi “shohih lighoirihi” (Arti bahasanya = Shohih karena dzatnya sendiri)

Ghorib” = Hadits yang hanya diriwayatkan oleh satu perowi saja. Hadits “ghorib” kebanyakan “dhoif” apalagi kalau yang menggunakan istilah itu Imam Tirmidzi, tapi “ghorib” bisa juga “shohih” atau “hasan”… Karena bisa saja satu perowi itu “tsiqoh” (kuat), hingga haditsnya menjadi shohih atau hasan, meski sanadnya “ghorib”, diantara contohnya: hadits “innamal a’malu binniyyat” (semua amalan tergantung niatnya)… ia termasuk hadits yang “ghorib” tapi “shohih”… (Arti bahasa “ghorib” = asing / ganjil / menyendiri)

dengan beberapa suntingan, dipublis oleh Ananda Sevma pada hari Sabtu, 04 Juni 2011, pukul 2:51PM

About these ads

One response to “Tanya Makna (1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar dan tulis email-mu untuk menjadi Pelanggan Ash-Shaff Web. Klik untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan baru melalu email. Jangan kau menyia-nyiakan waktumu...

Join 6 other followers

Blog Stats

  • 11,021 hits

Archives

Kata Kesan

Waktu Terkini

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 6 other followers

Kalender

June 2011
M T W T F S S
« May   Jul »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Categories

Waktu Sholat

Waktu sholat untuk Area Yogyakarta.
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: